Sabtu, 17 Maret 2018

Ulat Kantong Metisa Plana




PENDAHULUAN
Jenis ini merupakan salah satu pemakan daun yang paling merugikan di Sumatera dan Malaysia. Panjang larvanya 12 mm, berwarna cokelat kemerahan, hidup dalam kantong yang panjangnya 15-17 mm. Kantong-kantong terkait menggantung pada permukaan bawah daun. Ngengat jantan memiliki sayap dengan rentang sayap 17-20 mm, antenanya panjang dan berbulu pada ujungnya. Sayapnya cokelat kehitaman. Ngengat betina berbentuk seperti ulat. Siklus hidup lengkap  berlangsung 100 hari, dengan stadium larva selama 50 hari. Tingkat populasi kritis 20-30 ekor/pelepah.Pupa jantan memiliki kait seperti pancing yang menempel pada daun sedangkan pupa betina langsung melekat pada daun.


Ulat kantung (Metisa plana) ialah hama ulat pemakan daun penting tanaman kelapa sawit. Serangan M.plana pada kondisi 10-13% dapat menyebabkan penurunan produksi sekitar 30-40% selama dua tahun kedepan Ulat kantung lebih banyak ditemukan pada tanaman kelapa sawit dengan umur tanaman lebih tua, bahwa pada umur kelapa sawit kurang dari tiga tahun, hama lebih banyak di dominasi oleh ulat api, sedangkan pada umur enam tahun, ulat kantung dan ulat bulu lebih dominan. Pada umur tanaman yang lebih tua, kanopi berkembang dan tumpang tindih, hal inilah yang menyebabkan pergerakan dan penularan hama ulat kantung menjadi lebih tinggi, imago jantan M. plana akan terbang mencari imago betina untuk melakukan perkawinan, sehingga imago jantan berpotensi untuk melakukan perkawinan dengan imago betina dari tanaman yang berbeda. Kondisi ini juga dapat memperluas serangan M. plana.

DAUR HIDUP
Stadia ulat M. plana terdiri atas 4-5 instar dan berlangsung sekitar 50 hari. Pada waktu berkepompong, kantong kelihatan halus permukaan luarnya, berukuran panjang sekitar 15 mm dan menggantung seperti kait di permukaan bawah daun. Stadia kepompong berlangsung selama 25 hari.
Ngengat M. plana betina dapat menghasilkan telur sebanyak 100-300 butir selama hidupnya. Telur menetas dalam waktu 18 hari. Ulat berukuran lebih kecil dibandingkan dengan M. corbetti yakni pada akhir perkembangannya dapat mencapai panjang sekitar 12 mm, dengan panjang kantong 15-17 mm. 

Ngengat M. corbetti jantan bersayap normal dengan rentangan sayap sekitar 30 mm dan berwarna coklat tua. Seekor ngengat M. corbetti betina mampu menghasilkan telur antara 2.000-3.000 butir (Syed, 1978). Telur menetas dalam waktu sekitar 16 hari. Ulat yang baru menetas sangat aktif dan bergantungan dengan benang-benang liurnya, sehingga mudah menyebar dengan bantuan angin, terbawa manusia atau binantang. Ulat sangat aktif makan sambil membuat kantong dari potongan daun yang  agak kasar atau kasar. Selanjutnya ulat bergerak dan makan dengan hanya mengeluarkan kepala dan kaki depannya dari dalam kantong. Ulat mula-mula berada pada permukaan atas daun, tetapi setelah kantong semakin besar berpindah menggantung di bagian permukaan bawah daun kelapa sawit. Pada akhir perkembangannya, ulat dapat mencapai panjang 35 mm dengan panjang kantong sekitar 30-50 mm. Stadia ulat berlangsung sekitar 80 hari.  Ulat berkepompong di dalam kantong selama sekitar 30 hari, sehingga total siklus hidupnya adalah sekitar 126 hari. 

Pengetahuan tentang siklus hidup secara utuh sangat berguna di dalam managemen pengendalian hama ini. Dengan informasi ini, rantai terlemah dari siklus hidupnya didapat sehingga akan membantu dalam menentukan waktu tindakan pengendalian yang tepat. Informasi siklus hidup juga akan memberikan pemahaman biologi yang lebih baik untuk pengelolaan hama.

DAMPAK SERANGAN
Serangan ulat kantong ditandai dengan kenampakan tanaman tajuk tanaman yang kering seperti terbakar. Basri (1993) menunjukkan bahwa kehilangan daun dapat mencapai 46,6%. Tanaman pada semua umur rentan terhadap serangan ulat kantong, tetapi lebih cenderung berbahaya terjadi pada tanaman dengan umur lebih dari 8 tahun. Keadaan ini mungkin ditimbulkan dari kemudahan penyebaran ulat kantong pada tanaman yang lebih tua karena antar pelepah daun saling bersinggungan.

PENGENDALIAN
Biologis
Parasitoid dan Predator memiliki potensi untuk mengendalikan hama secara biologi. Manipulasi lingkungan yang tepat untuk mengendalikan hama ini karena tindakan ini akan memodifikasi lingkungan untuk kelangsungan hidup dan perkembangan musuh alami. 

Basri et al., (1999) menemukan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara serangga parasitoid dan jenis tanaman. Dari percobaan diketahui bahwa Dolochogenidea metesae menyukai tanaman Cassia cobanensis dan Asystasia  intrusa. Brachiraria carinata menyukai Cassia cobanensis, Euphorbia heterophylla dan Ageratum conyzoides. Euphelmus catoxanthae menyukai tanaman Cassia cobanensis, Euphorbia heterophylla dan Ageratum conyzoides. Tetrastichus sp menyukai tanaman Cassia cobanensis, Euphorbia heterophylla dan Ageratum conyzoides. Eurytoma sp menyukai tanaman Euphorbia heterophylla dan Ageratum conyzoides. Pediobius imbreus menyukai tanaman Cassia cobanensis Euphorbia heterophylla, Asystasia intrusa dan Ageratum conyzoides. Pediobius anomalus menyukai Cassia cobanensis dan Asystasia intrusa. Untuk mengetahui tanaman inang yang efektif, perlu dilakukan penelitian jenis tanaman inang yang paling disukai oleh predator Metisa plana.

Parasitoid primer dan sekunder, serta predator mempengaruhi populasi Metisa. plana. Diantara parasitoid primer, Goryhus bunoh, hidup paling lama (47 hari) sedangkan hiperparasitoid yang hidup paling lama adalah P. imbreus. Dolichogenidea metesae merupakan parasitoid paling penting (Basri et al., 1995) yang berkembang baik pada tanaman Cassia cobanensis, termasuk Asystasia intrusa, Crotalaria usaramoensis, dan Euphorbia heterophylla. Kecuali A. intrusa, keberadaan tanaman ini akan bermanfaat karena memberikan nektar untuk parasitoid. 

Pengendalian Secara Kimiawi
Ulat kantong dapat dikendalikan dengan penyemprotan atau dengan injeksi batang menggunakan insektisida. Untuk tanaman yang lebih muda (< umur 2 tahun), knapsack sprayer dapat digunakan untuk penyemprotan. Untuk tanaman lebih dari 3 tahun, aplikasi insektisida dapat menggunakan fogging atau injeksi batang. Monocrotophos dan methamidophos merupakan dua insektisida sistemik yang direkomendasikan untuk injeksi batang (Hutauruk dan Sipayung, 1978). Karena bahan bakunya adalah bahan kimia yang sangat berbahaya, ijin harus diperlukan dari Komisi Pestisida untuk tujuan dan cara aplikasi dan saat ini sudah tidak dikeluarkan lagi. 

Insektisida  yang direkomendasikan oleh Komisi Pestisida Indonesia tahun 2016 untuk hama Metisa plana adalah Abakmektin (Badik 18 EC), Abamektin + Sipermetrin (Limpidor 30/125 EC), Asefat (Ace-One 75 SP, Antong 75 SP, Chepate 75 SP, Lancer75 SP, Manthene 75 SP, Orthene 75, SP, Ortran 75 SP, Besqueen 80 SP, Jossefat 80 SP), Bacillus thuringiensis (DiPel SC), Deltametrin (Percis 30 SC), Diazinon (Diazinon 600 EC, Sidazinon 600 EC), Dimehipo (E-To 400 SL, Feltus 400 SL, Defron 500 SL, Manuver 6 GR), Emamektin benzoat (Provide-X 21/45 SC), Karbosulfan (Respect 200 EC), Klorantraniliprol (Prevathon 50 SC), Metomil (Dangke 40 WP), Sipermetrin (Capture 50 EC, Astertrin 250 EC), Tiodikarb + Triflumuron (Destello 480 SC), Triflumuron (Alsystin 480 SC).

Minggu, 11 Maret 2018

Turnera ulmifolia


Turnera ulmifolia atau Bunga pukul delapan dan masih dalam satu rumpun Turnera Subulata, yang memiliki nama daerah (Jw) ilat kucing  atau  lidah kucing adalah family Turneraceae yang berasal dari Meksiko dan Hindia barat . Sekarang  bunga ini sudah menyebar keseluruh dunia, di Indonesia Bunga pukul delapan  banyak dijumpai di daerah Jawa, Sumatra, Madura dan Kalimantan. Bunga pukul delapan atau Turnera ulmifolia merupakan tanaman yang umumnya tumbuh liar di  tanah yang terlantar, di ladang, di tanah pemakaman, dan di daerah berpasir  yang kering dan banyak mendapatkan cahaya matahari.  

Bunga pukul delapan atau Turnera ulmifolia  merupakan herba tegak berkayu yang tingginya ± 30 – 150 cm,  umumnya bunga mekar pada ± pukul 05.00  pagi hingga pukul 12.00 siang . Turnera ulmifolia   memiliki nama umum  Indian holly, Sage rose, Holly rose.
Tersebut seperti Turnera subulata, maka Turnera ulmifolia yang di tanam di perkebunan kelapa sawit adalah edia untuk menyediakan makanan bagi imago parasitoid , Euphorbia heterophylla, Cassia tora, Boreria lata dan Elephantopus tomentosus. Oleh karena itu, tanaman-tanaman tersebut hendaknya tetap ditanam dan jangan dimusnahkan, juga melaporkan bahwa adanya penutup tanah dapat mengurangi populasi ulat api karena populasi musuh alami akan meningkat.

Kuncup bunga pada Turnera umlifolia atau  bunga pukul delapan tumbuh pada ketiak daun , dan memiliki 2 buah daun pelindung yang berbentuk lancet. Bunga dari Turnera umlifolia atau lidah kucing merupakan bunga tunggal berkelamin ganda ; memiliki 5 helai mahkota bunga yang lepas ,  berbentuk bulat telur terbalik ;  berwarna kuning cerah. Benang sari berjumlah 5 buah sedangkan tangkai putik sebanyak 3 buah yang berbentuk seperti sikat

Daun dari Turnera ulifolia merupakan daun tunggal ;   berbentuk lancet ; tepi daun bergerigi kasar ; pertulangan daun menyirip  ; daun tumbuh di bagian ujung tumbuhan ; pangkal daun meninggalkan bekas yang disebut “Knoplike” 


Kamis, 08 Maret 2018

Turnera Subulata

Ulat api adalah salah satu musuh yang sangat di takuti dalam perkebunan kelapa sawit  karena ulat tersebut menimbulkan efek kerugian yang sangat besar terhadap tanaman kelapa sawit. Ulat api menyerang bagian daun kelapa sawit, untuk tanaman kelapa sawit pada tahap pembibitan serangan ulat api akan berdampak jangka panjang dan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi di waktu mendatang. Untuk tanaman memasuki masa produktif, serangan ulat api akan berdampak pada menurunnya hasil produksi, seperti hal kita ketahui bahwa secara teoritis tanaman kelapa sawit akan muncul tunas baru setiap 2 pekan sekali, dan fungsi daun sebagai tempat terjadinya fotosisntesis dan selanjutnya akan berguna dalam pembentukan bunga dan buah. Apabila daun diserang hama ulat api akan berakibat tidak optimalnya pembentukan bunga dan buah sehingga akan berakibat penurunan produktivitas tanaman.

Penelitian dan kenyataan yang dihadapi banyak perusahaan menunjukkan bahwa serangan ulat api dapat menurunkan produksi sebanyak 25% pada tahun pertama dan 50% pada tahun kedua dan memasuki tahun ketiga mencapai 75%. Dalam perkembangannya, perusahaan perkebunan kelapa sawit  berupaya melakukan pengendalian ulat api karena untuk memusnahkan ulat api rasanya tidak mungkin untuk dapat dilakukan. Upaya yang  dapat dilakukan lewat menekan pertumbuhan ulat api tersebut menuju ke batas ambang.

Pengendalian ulat api dapat dilakukan dengan berbagai macam cara tetapi saat ini yang paling ditekankan adalah bagaimana untuk melakukan pengendalian ulat api secara alami. Dengan Predator Alami dan Parasitoid , Salah satu dari penemuan – penemuan tersebut adalah ditemukannya predator Eocanthecona furcellata, disamping itu ada predator lain seperti Sycanus leucomesus (Reduviidae), Cosmolestes sp dan Laba-laba

Untuk memperbanyak dan mempertahankan populasi parasitoid dan predator alami di perkebunan kelapa sawit dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan insektisida kimia maupun herbisida dalam mengendalikan gulma sebagai sumber makanan bagi imago parasitoid. Tanaman yang telah diteliti sangat baik sebagai konservasi parasitoid diantaranya adalah tanaman  Turnerasubulata, dimana tanaman ini adalah media yang sangat di sukai oleh Sycanus leucomesus (Reduviidae).

Turnera subulata atau orang bisa juga menyebutnya Bunga Pukul Delapan termasuk salah satu anggota tumbuhan berbunga. Bunga ini termasuk ke dalam suku Turneraceae. Nama lain dari bunga pukul delapan adalah lidah kucing (Jawa) dan holly rose (Inggris).

Tumbuhan herba ini berukuran 60-90 cm dan memiliki akar dengan panjang 0,3-0,8 m. Daun berwarna hijau dengan panjang 2-7 cm dan lebar 1-4 cm. Berdaun tunggal, daunnya berbentuk elips dengan ujung meruncing dan tepi daun bergerigi kasar. Tulang daun menyirip dan mempunyai kelenjar kuncup.

Bunga ini hanya mekar beberapa jam saja, sekitar jam 8 pagi sampai sekitar jam 12 siang. Maka dari itu, jenis tumbuhan ini dinamakan bunga pukul delapan. Varietas bunga pukul delapan selain ada yang berwarna putih, juga ada yang berwarna kuning. Buah tanaman ini berbentuk telur lebar dengan biji lebih dari 30.

Turnera subulata merupakan jenis tanaman yang mirip dengan Turnera ulmifolia, tetapi keduanya biasa disebut dengan bunga pukul delapan. Hanya saja Turnera subulata mempunyai bunga berwarna putih dan mempunyai ukuran daun yang lebih kecil dibandingkan dengan daun dari Turnera ulmifolia.

Bunga pukul delapan ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, di ladang, di tanah pemakaman, tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan yang berasal dari Hindia Barat dan Meksiko ini dapat ditemukan di daerah pasir yang kering pada ketinggian 10–250 meter di atas permukaan laut, tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau sedikit terlindungi.

Di Indonesia, bunga pukul delapan banyak dijumpai di daerah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Tumbuhan berbunga ini dikenal sebagai tanaman hias, tanaman pengendali hama tanaman.

Cara penanaman adalah sepanjang jalan dengan membuat plot tanaman di pinggir jalan kebun dengan ukuran bervariasi sesuai keadaan setempat, namun umumnya ukuran plot antara 3-4 meter, dan biasanya dalam 1 meter persegi dengan populasi tanaman inang 300-400 bibit. Cara memperbanyak tanaman ini sangatlah mudah, dengan penyetekan pada batang yang sudah agak tua dapat langsung ditanam dalam tanah.


Sumber : 
1. https://en.wikipedia.org/wiki/Turnera_subulata
2.https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/hama-penyakit/pengendalian-hama-ulat-api-bunga-pukul-delapan
3. http://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-pukul-delapan-liar-namun-berkhasiat/

Ulat Kantong Clania Tertia


Perkembangan perkebunan kelapa sawit tiap tahunnya meningkat sangat pesat. Perkembangan lahan perkebunan biasanya dimulai dengan pembukaan lahan baru dari areal hutan sekunder atau lahan kosong menjadi lahan kelapa sawit. Konversi lahan dapat menimbulkan efek negated dalam budidaya perkebunan kelapa sawit. Salah satunya adalah perubahan status hama atau munculnya permalahan hama. Munculnya permasalahan ini disebabkan dari peralihan bahan makanan dari organism hama hutan menjadi hama kelapa sawit, selain itu peralihan ini juga akan meningkatkan status hama sekunder menjadi hama primer yang didukung dengan berkurangnya hama primer dan musuh alaminya.

Salah satu peralihan status hama yang telah dilaporkan terjadi dibeberapa perkebunan kelapa sawit di Riau adalah munculnya hama ulat kantung jenis baru. Ulat kantung ini bebeda dari ulat kantung yang biasa menyerang kelapa sawit, yaitu Metisa plana, Mahesena corbetti dan Pteroma pendula. Gejala serangan yang ditimbulkan oleh ulat kantung ini juga berbeda dengan ulat kantung yang biasa menyerang kelapa sawit.

Ulat kantung ini biasa  dijumpai pada tanaman akasia yang merupakan tanaman inang utamanya. Beralihnya fungsi lahan dari lahan hutan yang terdapat tanaman akasia menjadi perkebunan kelapa sawit menyebabkan terjadinya perubahan pola makan dari ulat kantung ini. Hama ini semakin meledak didukung oleh hilangnya pesaing dan musuh alaminya yang terdapat di habitat awalnya, serta melimpahnya sumber makanan yaitu daun kelapa sawit yang ditanam secara monokultur dalam areal yang sangat luas.

Hasil identifikasi ulat kantung jenis baru adalah Clania tertia. Ulat kantung ini tergolong pemakan daun yang sangat rakus, mampu memakan daun sebesar + 4,789 cm/ hari. Luas areal makannya lebih besar dibandingkan dengan luas areal makan Metisa plana + 2,833 cm/hari dan Mahasena corbetti + 3,448 cm/ hari. Luas areal makan yang lebih luas dari Metisa plana dan Mahasena corbetti menegaskan bahwa Clania sebagai leaf defoliator yang rakus.

Gejala kerusakannya pada daun kelapa sawit yang terserang adalah daun sawit akan berlubang, mengering seperti terbakar dan milidi. Gejala  kerusakan pada daun kelapa sawit seperti terbakar merupakan ciri spesifik gejala serangan ulat kantung yang umum. Tetapi gejala serangan serangan Clania tertia pada daun kelapa sawit hanya menyisakan lidi. Seperti gejala umum serangan ulat api.

Berdasarkan pengamatan di lapangan dengan populasi yang sangat tinggi, kerusakan yang ditimbulkan dapat berakibat pada berkurangnya tajuk dan penurunan hasil panen semester selanjutnya.

Rabu, 07 Maret 2018

Potret Udara Perkebunan Kelapa Sawit


A. GAMBARAN UMUM
Potret atau foto udara (data yang direkam menggunakan wahana pesawat terbang dan bukannya satelit), mudah serta cepat diperoleh, dan tentu saja murah.
Kebutuhan akan data visual bukan lagi suatu hal yang sulit dewasa ini dan juga bukan suatu hal yang mahal, seperti penyedia data visual Ikonos, Quick bird, Geoeye-1 tersebut dan kami menawarkannya dengan penggunaan tehnologi Foto/Potret Udara. Penggunaan teknologi Foto Udara Small Format dengan UAV (unmanned aerial vehicle) lazim digunakan dalam berbagai pekerjaan inventarisasi sumberdaya alam di dunia pemetaan akhir-akhir ini. 

Pemotretan udara berwarna tanpa awak  UAV (resolusi  0,2 meter berwarna) yang telah kita konsultasikan ke Kemenhut bahwa metode pemotretan dibolehkan karena hasil lebih tajam dan update. Hal ini disebabkan metoda ini memiliki beberapa keunggulan antara lain:
·    Biaya operasional yang  murah untuk area yang tidak terlalu luas,
·    Peralatan yang cukup portable, dan
·    Cepat untuk mendapatkan data

B.   KEBUTUHAN DATA PETA RESOLUSI TINGGI
Selama data dan informasi perkebunan yang disajikan dalam bentuk angka dan teks sedangkan peta dalam bentuk manual atau skets-skets, maka berbagai informasi yang disajikan dalam alur tersebut sangat tidak efisien dan membutuhkan SDM dan Dana yang tidak sedikit,  tetapi dalam alur informasi yang mengadopsi sistem GIS, informasi  sudah di plot dalam kerangka perencanaan dan penyajian yang sistematis seperti ilustrasi berikut :
·    Penutupan Lahan
·    Perencanaan Penanaman
·    Sensus Tanaman
·    Pengelolaan dan Monitoring Penanaman
·    Perencanaan Perawatan/Maintenance
·    Pengelolaan dan Monitoring Perawatan
·    Perencanaan Panen
·    Pengelolaan dan Monitoring Panen
·    Monitoring biaya operasi
·    Monitoring pendapatan hasil Panen
·    Informasi penyediaan hasil panen
·    Pengelolaan Distribusi dan Angkutan/traksi
·    Perencanaan, Pengelolaan, Monitoring Sarana dan Prasarana

Data adalah suatu informasi yang sangat mendasar dalam pemanfaatan tehnologi GIS terutama dalam perancangan prototipe sistem GIS yang akan dibangun, informasi dasar berupa data  dibentuk dari keseragaman informasi yang telah ada di perusahaan perkebunan saat ini, masih banyak dunia perkebunan memanfaatkan dari data yang bersifat manual disajikan dengan tingkat akurat yang rendah, sehingga menjadi tidak efektif dan efisien 



C. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud Penggunaan Data Potret/Foto Udara Resolusi Tinggi ini adalah memberikan gambaran atau penjelasan alternatif dari penyedia data peta resolusi tinggi lainnya  seperti, satelit Ikonos, Quickbird maupun Geoeye-1,  tentang rencana penggunaan atau pemanfaatan data citra  resolusi tinggi (high resolution) oleh Perusahaan Pengguna.

Tujuannya yang ingin dicapai adalah dengan biaya yang murah, dan ter-baru-kan/uptodate tanpa adanya hambatan penutupan awan dan lamanya waktu proses order serta pelaksanaan pekerjaan dalam pengambilan data citra resolusi tinggi tersebut, sehingga pekerjaan dapat segera dilakukan seperti teridentifikasinya pola-pola penggunaan dan pemanfaatan lahan eksisting sebagai dasar penyusunan data spasial berkelanjutan yang uptodate yang dapat menggambarkan sejauh mana perubahan kondisi areal.

Sementara untuk dunia perkebunan, sesuai tujuan yang butuhkan oleh optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perkebunan maka data tersebut memiliki fungsi yang cukup banyak, antara lain :

1.    Fungsi perijinan :
  • Pengajuan Ijin yang berkaitan dengan data spasial : Peta Areal (Konsesi), Peta Peruntukan Lahan, Peta kerja (Afdeling, Blok Tanam, dll) dengan data luasan yang sangat akurat.
  • Pengajuan Ijin, seperti penentuan lokasi tanaman, Lokasi Pembangunan Pabrik PKS, emplasemen, Lokasi aliran limbah.
  • Pengajuan ijin HGU, Land Clearing, dll.
2.    Fungsi Perencanaan :
  • Mengetahui kondisi lahan yang ada sekarang (existing) untuk mengetahui sejauh mana sumber daya lahan akan dapat direncanakan secara optimal. 
  • Pembuatan rancangan teknis kebun, meliputi rencana tata batas areal, bloking area, rencana koridor / trase jalan, dan infra struktur lainnya.
  • Merencanakan fase / tahap pekerjaan lapangan.
3.    Fungsi Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi :
  • Melaksanakan pekerjaan yang telah digariskan berdasarkan SOP yang telah di tetapkan dalam pekerjaan perkebunan.
  • Dalam hal pelaksanaan akan sangat memudahkan monitoring kegiatan lapangan yang dipadukan dengan rencana atau data base di kantor.
  • Setelah diketahui kondisi melalui hasil monitoring, digunakan sebagai bahan evaluasi kebijakan kebun.
D.     CAKUPAN WILAYAH KERJA
Tingkat ketelitian suatu pekerjaan Pelaksanaan Pemotretan Udara ditentukan oleh ketersediaan waktu, tenaga, alat, sarana, sumber data serta kemampuan teknologi dan kapabilitas tenaga ahli  dalam memahami  kondisi  lingkungan alam dalam waktu  yang  sangat terbatas. Tingkat ketelitian juga berhubungan erat dengan rencana kegunaan dari data hasil survey tersebut.

Berdasarkan batasan-batasan tersebut diatas, maka pada tahap ini pelaksanaan pekerjaan pemotretan udara dilakukan dalam cakupan minimal luas wilayah 1.000 Ha, 2,000 Ha dan seterusnya, kemudian selanjutnya berdasarkan peta dasar yang di serahkan oleh pihak pengguna jasa untuk di laksanakan pekerjaan pemotretan udara.

E.     KEBUTUHAN DAN AKUISISI DATA
Kebutuhan data adalah berasal dari pengambilan data peta melalui potret udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak UAV (resolusi  0,2 meter), sementara akuisisi data berasal dari data perkebunan yang akan disesuaikan dengan output dari potret udara untuk kebutuhan pengguna

F.   SPESIFIKASI WAHANA DAN PERANGKAT KERJA
Wahana menggunakan FlyWing UAV
Sistem Kendali & Monitor  dengan sistem Long Range RC. Autopilot & GCS.
Kamera  spesifikasi kamera Small Camera 12 sd 20 Mp
Photogrammetry Sofware menggunakan Agisof  MOSAIC UAV
Luas Areal Pemotretan asumsi luas pemotretan  10.000 hektar
Pemotretan pesawat  lamanya waktu  13  hari
Image Processing    lamanya waktu 10  Hari
Tenaga Ahli sebanyak   3 Orang di lapangan, 5 Orang di Jakarta

1.    Wahana
Jenis Pesawat FlyWing Tanpa Awak (UAV)
MTOW  2 Kg
Max Payload 900 gram
Wingspan  1900 mm
Engine Elektrik Brushless motor
Power Baterai Li Po 4S -10000 mAh  13.4 V
Max Speed 120km/jam.
Operation speed  50-90km/jam.
Endurance  60 menit
Take off  Hand Launch
Landing  Rumput. jalan tanah dan net landing.

2.    Sistem Kendali dan Monitor
Remote Control   Long Range RC 433MHz.
Autopilot Base Control IMU. Air Speed sensor.               
Ground Control Sistem Magnetometer sensor. Altimeter sensor. GPS.

3.    Kamera
Canon S100 . Sony HX 60  berat sekitar 200 gr s/d 300 gr.
Mounting dengan Gyro 2 axis

4.    Photoprograme dan software
AGISSOFT EnzoMOSAIC UAV
Calcam. SeamLine Editor

G.   TAHAPAN PENGOLAHAN DATA
1.    Composite
Komposit citra adalah proses penggabungan 3 atau lebih saluran menjadi citra baru yang mampu menampilkan keunggulan dari saluran-saluran penyusunnya. Digunakan komposit citra ini dikarenakan oleh keterbatasan mata yang kurang mampu dalam membedakan gradasi warna dan lebih mudah memahami dengan pemberian warna.
Pada citra multispektral yang terdiri dari banyak saluran, apabila hanya menampilkan satu saluran saja maka citra yang dihasilkan merupakan gradasi rona. Dan mata manusia hanya bisa membedakan objek yang menonjol pada suatu saluran, objek yang lain maka kita sulit untuk mengidentifikasinya. Oleh sebab itu pada citra komposit ini, hasilnya kita akan lebih mudah mengidentifikasi suatu objek pada citra.

2.     Mosaic
Mosaicking merupakan proses penggabungan dari beberapa citra sehingga terlihat utuh. Potongan citra dapat gabung menjadi satu scene atau penggabungan dari beberapa scene. Sehingga, citra yang terdiri dari beberapa file setelah kita mosaicking menjadi satu file. Pada proses mosaicking juga bisa dilakukan cutline (pemotongan) sesuai batas area yang kita inginkan.

3.     Interpretasi Citra
Citra Potret Udara memiliki beberapa kelebihan dalam analisis spasial secara detail karena resolusi spasialnya yang tergolong tinggi yaitu sebesar 0,2 meter, sehingga mampu menampilkan tampilan penutup lahan yang sangat baik dan detail.
Disamping itu Potret Udara  memberikan keseimbangan yang ideal antara resolusi tinggi dan luas area cakupan. Daerah cakupan tersebut merupakan asset kunci untuk aplikasi seperti dalam pemetaan, perencanaan wilayah kota dan pedesaan, eksplorasi pertambangan, batubara,  minyak dan gas serta manajemen atau mitigasi bencana juga bagi tata kelola perkebunan.

4.    Unsur Ukuran Pada Interpretasi Citra
Ukuran adalah atribut obyek yang meliputi jarak, luas, volume, ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Ukuran merupakan faktor pengenal yang dapat digunakan untuk membedakan obyek-obyek sejenis yang terdapat pada foto udara sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran sangat mencirikan suatu obyek. Obyek pada foto udara dapat diketahui ukurannya dengan membandingkan dengan skala yang terdapat pada foto udara.

H.    PROSES KELUARAN
Proses pekerjaan pengambilan data potret udara dengan output hasil pengambilan yang telah melalui proses Geografi Information Sistem berupa peta skala 1 : 1.000 dan Peta Skala 1 : 5.000.
Ukuran dan bentuk  atribut obyek yang meliputi jarak, luas, volume, ketinggian tempat dan kemiringan lereng dapat digambarkan secara detail dengan potret udara dan dengan menggunakan penghitungan dan analisa software GIS. Ukuran merupakan faktor pengenal yang dapat digunakan untuk membedakan obyek-obyek sejenis yang terdapat pada foto udara sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran sangat mencirikan suatu obyek. Obyek pada foto udara dapat diketahui ukurannya dengan membandingkan dengan skala yang terdapat pada foto udara.

I.     PEMANFATAAN DATA POTRET UDARA
Peta Potret udara yang dihasilkan berupa informasi yang harus diolah dan dikembangkan lagi agar menjadi data data yang diperlukan bagi perkebunan.  Data dan informasi yang disajikan pada peta dan database secara garis besar adalah :
·    Data/Peta Topografi (Kontur tajuk)
·    Data/Peta Luasan Areal Tanam dan Non Tanam dalam blok blok, 
·    Data/Peta Penutupan lahan lingkungan;
·    Data/Peta Sarana dan prasarana seperti kantor kebun, afdeling 
·    Data/Peta Infrastruktur, baik jalan, maupun parit,
dari data peta tersebut dibuatlah rancangan perkebunan dengan Kebutuhan data dalam perancangan prototipe GIS diperkebunan dapat diilustrasikan antara lain meliputi :

1.     Divisi Planning and Survey Department
·     Peta Kesesuaian Lahan
·     Peta Tata Ruang (Blok, Afdeling)
·     Peta Topografi
·     Peta Infrastruktur Transportasi
·     Peta Sarana dan Prasarana Umum dan  Sosial
·     Peta Pengairan/Drainage

2.    Divisi Agronomi Department
·    Data/Peta Sebaran Tanaman
·    Data/Peta Areal Non Tanam
·    Data/Peta Perencanaan dan Monitoring Pemupukan
·    Data/Peta Perlakuan Pemupukan terhadap tanaman
·    Data/Peta Perawatan Tanaman
·    Data/Peta Panen (Rotasi Panen)
·    Data/Peta Riwayat Serangan Hama dan Penyakit
·    Data/Peta Pola Penanggulangan serangan  Hama dan Penyakit
·    Data/Peta Tingkat Produksi

3.    Devisi Tehnik (Traction)
·    Data/Peta Pengangkutan Hasil Panen
·    Data/Peta Penggunaan Alat Berat dan Alat Transportasi
·    Data/Peta Jalur Sarana dan Prasarana Angkutan

Untuk kebutuhan data lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan antar departement dan atau melakukan perubahan terhadap kebutuhan data yang akan ditampilkan dan dibutuhkan oleh manajemen dalam menganalisa kemajuan kebun.  Kebutuhan Data yang akan di tampilkan harus segera di simpulkan sedetail mungkin arah dan tujuan data  dan dapat di kordinasikan dengan perancang system, agar system yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk jangka panjang, sehingga dapat mempercepat alur informasi nantinya. 


UNTUK INFORMASI SELENGKAPNYA DAPAT MENGHUBUNGI
PT. GLOBAL MAPINDO KREASI
Att : Eddy Purwanto
Phone +6281372775700
WA +6281213962606

Mengantisipasi HK (Labour) Fiktif


Dampak positif dari pembangunan perkebunan terhadap masyarakat sekitar pengembangan perkebunan kelapa sawit, tercermin dalam terciptanya kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan. Begitu juga timbulnya kesempatan berusaha, seperti: membuka kios makanan dan minuman, jasa transportasi, industri rumah tangga, erta jasa perbankan. Semuanya ini akhirnya menimbulkan munculnya pasar-pasar tradisional di daerah permukiman dan pedesaan. Dengan demikian pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Dari sisi lain menyebabkan pola konsumsi dan pendidikan masyarakat akan meningkat pula

Seperti kita sudah ketahui bersama, bahwa perputaran uang di dunia perkebunan kelapa sawit sangat besar bahkan pada saat penggajian karyawan tidak heran harus di kawal polisi untuk menjaga dari hal hal yang tidak di inginkan, seperti perampokan, penodongan dan lain sebagainya, juga memberikan rasa aman bagi karyawan penerima gaji dan petugas pemberi gaji.


Besarnya perputaran uang di dunia perkebunan, apalagi pengawasan dari audit atau pemilik atau para pemegang pucuk pimpinan lemah, maka banyak pihak pihak yang melakukan pekerjaan pekerjaan kotor untk memperkaya diri sendiri maupun kelomoknya, salah satunya adalah dengan menggunakan HK Fiktif. HK merupakan singkatan dari Hari Kerja, Karena di perkebunan untuk pembayaran PHL (pekerja Harian Lepas) di bayar per hari. Biasanya 1 HK merupakan gaji UMR sebulan di bagi 25 Hari.

Contoh:

Gaji UMR sebulan Rp. 1.875.000, maka Rp. 1.875.000/25 =  Rp.75.000. Jadi 1 HK nya = Rp.100.000,  dan biasanya 1 HK terdiri dari 7 jam/hari.

Dan perhitungan  pekerja mendapat HK apabila sudah bekerja selama 7 jam, kemudian dicatat oleh mandor kemudian di ketahui oleh Asisten Lapangan. Jadi yang dimaksudkan HK fiktif  adalah pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja tetapi tidak ada orangnya atau bahkan  pekerjaan nya tidak dilakukan.

Terjadi nya HK fiktif /Fraud biasanya di sebabkan oleh:

  • Terjadinya penyalahgunaan jabatan/kedudukan di perusahaan untuk memperkaya diri, baik yang di sengaja ataupun akibat dari perusahan dalam mengelola Sumber Daya Manusia dan Aset.
  • Tindakan yang disengaja ataupun tersembunyi yang mengakibatkan kerugian Perusahaan.
  • Pengawasan yang lemah baik dari Atasan langsung maupun dari Manager
  • Adanya kerjasama yang terstruktur
Biasanya HK fiktif yang terjadi:
  • Adanya HK yang di buat di buku mandor, tetapi gaji tersebut bukan di serahkan kepada orang yang bekerja ataupun pekerja nya
  • HK yang di buat di buku mandor, tidak  sesuai dengan gaji yang harusnya di bayarkan kepada pekerja. 
  • Adanya Pekerja Fiktif.
  • Kesalahan memasukkan data nama karyawan (biasanya pekerjaan temporer)
Untuk mendeteksi adanya HK fiktif yang di buat oleh mandor dan asistan ialah tanda terima gaji
  • Di minta  tanda terima gaji selama 6 bulan tersebut.
  • Dilihat Fluktuasi pembayaran upah selama 6 bulan terakhir tersebut,
  • Di lihat tarikan garis tanda tangan, apakah asli atau palsu. Jika ada keraguan bagi auditor lalu tanyakan sama asisten lapangan untuk bisa berjumpa dengan orang yang ada pada nama tersebut. Misal Namanya (Kutilang). Jika banyak alasan dari asisten lapangan tidak bisa untuk mendatangkan si Kutilang ke kantor,...sebaiknya auditor langsung turun ke tempat tinggal karyawan untuk menanyakan apakah nama Kutilang ada di situ, ataupun pernah bekerja di situ.
Jenis Pekerjaan Yang Rawan HK Fiktif
  • Ada beberapa jenis pekerjaan yang di buat di buku mandor yang tidak bisa di cek lagi. Seperti Pekerjaan Jaga Alat, jaga Api, Rawat Jalan.
  • Perawatan Tanaman (Manual Maupun Chemist)
  • Pemadaman Kebakaran
  • Dan lain sebagainya
Uji Petik HK Fiktif
  1. Melakukan atau mengambil alih pembayaran gaji di afdeling dengan simulasi Asisten dan Kerani kebun tidak dilibatkan, dan simulasikan dengan manipulasi data HK pada yang bersangkutan apakah menerima atau tidak, dan tanyakan berapa HK yang harus dia terima bandingkan dengan catatan Asisten/kerani tentang daftar gaji karyawan.
  2. Dilihat jumlah HK yang di dapat oleh pekerja..,jika biasanya pekerja mendapat 20-25 HK dalam satu bulan, coba di lihat jumlah HK pekerja yang sediki
  3. coba di tanyakan  kepada yang bekerja pada pekerjaan tersebut berapa menerima gaji bulan lalu auditor mencocokkan dengan tanda terima nya.
  4. Pada saat gajiaan bisa di crosschekck dengan beberapa karyawan,..berapa HK yang dia dapat dan apa yang dia kerjakan biasanya pekerja mengingat ataupun mencatat jumlah Hk dia dalam sebulan.
  5. Apabila menggunakan tenaga kontraktor, lihat hasil kerja dan kualitas pekerjaan dibandingkan dengan biaya yang di keluarkan, coba lakukan simulasi dengan pendekatan persuasif ke kontraktor, biasanya ini efektif atau lakukan pemotongan (anggap pekerjaan tidak terealisasi dengan baik kualitas hanya 80%

Senin, 05 Maret 2018

Cara Melaksanakan Soil Sampel

  
Analisis tanah dapat memberikan informasi penting mengenai keragaman sifat-sifat tanah di suatu perkebunan dan dapat memberikan indikasi adanya perubahan-perubahan persediaan hara di dalam tanah selama satu siklus tanaman.

Pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah adalah merupakan tahap kegiatan yang amat penting dalam keseluruhan kegiatan analisis. Kesalahan yang dilakukan dalam tahap ini umumnya berkisar 87,8 % dari kesalahan total analisis. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengambilan contoh tanaman dan tanah membuat fatal pekerjaan analisa, dan data yang dihasilkan tidak ada artinya. Ketepatan dan ketelitian metode analisa yang terbaik sekalipun, tidak ada artinya, bila pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah tidak mengikuti prosedur yang benar.

Ada beberapa macam cara pengambilan contoh tanah, misalnya “Sample random sampling”, “Stratified random sampling”,”Systematic sampling” (random, grid, zigzag sampling) dan “composite sampling”. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. namun bagi rekan yang memahami GIS dapat menggunakan pola SPT (satuan peta tanag) untuk menentukan random sampling berdasarkan warna warna tanah dalam peta yang mewakilinya. Namun yang penting dalam memilih cara pengambilan contoh tanah adalah contoh yang diambil mewakili secara akurat suatu areal, dan biaya pengambilan contoh serendah mungkin. Untuk keperluan pendugaan tingkat kesuburan tanah, cara pengambilan komposit (“composite sampling”) dianggap cukup baik dan umum dilakukan.

Pengertian Contoh Tanah Komposit
Contoh tanah komposit adalah campuran dari contoh-contoh individu yang diambil dari kedalaman lapisan olah (0-20 cm), dengan cara-cara tertentu untuk dianalisa sebagai contoh campuran. Pengambilan contoh tanah komposit bertujuan untuk memperkecil keragaman dari areal yang mewakili. Hasil analisis contoh tanah komposit merupakan rata-rata dari angka-angka analisa bila contoh-contoh tanah individu yang menyusunnya dianalisa secara terpisah, sehingga dapat digunakan sebagai penduga nilai rata-rata tingkat kesuburan areal yang bersangkutan.

Waktu Pengambilan Contoh Tanah

Saat yang terbaik untuk analisa contoh tanah setelah panen, terutama ketika tanah masih lembab. Analisa tanah perlu dilakukan setiap periode tertentu agar perubahan kesuburan tanah dimonitor. Umumnya dilakukan setiap tiga tahun, paling lama 5 tahun. Untuk menetapkan kebutuhan kapur atau takaran pupuk, pengambilan contoh tanah hendaknya dilakukan 1 bulan sebelum tanam. Hal ini untuk memberi waktu dalam menyelesaikan analisa tanah.

Teknis sample tanah
  •  Satu divisi/afdeling diambil 2 block sampling.
  •  Block di pilih yaitu cukup mewakili gambaran jenis tanah di divisi.
  •  Dalam satu block sample diambil 4 lobang sample.
  •  Posisi lobang sample pada tengah block di jalur kelapa sawit no 25, 50, 75 & 100.
  •  Besaran lobang sampling yaitu diameter 15 - 20 cm dengan dalam 40 cm

 Pelaksanaan
  • Sampel tanah diambil untuk setiap jenis tanah.  Jumlah sampel yang diambil tergantung dari keragaman kondisi lapangan, luas areal dan tingkat pengamatan yang dikehendaki.
  • Sampel tanah untuk penentuan status hara diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm, masing-masing sebanyak ± 0,5 kg - 2,00 kg. Sampel tanah dimasukan kedalam kantong plastik yang sudah diberi label kemudian diikat rapat.
  • Sampel tanah untuk penentuan sifat fisik tanah (permeabilitas dan kadar air) diambil menggunakan ring dari besi atau bor belgie (Æ 3 inch, tinggi 5 cm) dan kedua ujungnya diberi penutup.  Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm dengan cara memasukan ring besi ke dalam tanah perlahan-lahan agar tanah yang masuk ke dalam ring tidak koyak.  Tanah yang masuk kedalam ring besi dipereskan permukaannya dengan ring lalu ditutup pada kedua ujungnya dan diberi label dan identitas berdasarkan block pengambilan sampel, dimasukan dalam peti/kotak.
  • Sesampainya di kantor tanah di kering anginkan dengan tidak terkena sinar matahari langsung hingga beberapa hari dan bolak -balik untuk mendapat kering merata
  • Sampel tanah yang sudah kering merata segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
Contoh Peta SPT