Senin, 05 Maret 2018

Cara Melaksanakan Soil Sampel

  
Analisis tanah dapat memberikan informasi penting mengenai keragaman sifat-sifat tanah di suatu perkebunan dan dapat memberikan indikasi adanya perubahan-perubahan persediaan hara di dalam tanah selama satu siklus tanaman.

Pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah adalah merupakan tahap kegiatan yang amat penting dalam keseluruhan kegiatan analisis. Kesalahan yang dilakukan dalam tahap ini umumnya berkisar 87,8 % dari kesalahan total analisis. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengambilan contoh tanaman dan tanah membuat fatal pekerjaan analisa, dan data yang dihasilkan tidak ada artinya. Ketepatan dan ketelitian metode analisa yang terbaik sekalipun, tidak ada artinya, bila pengambilan dan persiapan contoh tanaman dan tanah tidak mengikuti prosedur yang benar.

Ada beberapa macam cara pengambilan contoh tanah, misalnya “Sample random sampling”, “Stratified random sampling”,”Systematic sampling” (random, grid, zigzag sampling) dan “composite sampling”. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. namun bagi rekan yang memahami GIS dapat menggunakan pola SPT (satuan peta tanag) untuk menentukan random sampling berdasarkan warna warna tanah dalam peta yang mewakilinya. Namun yang penting dalam memilih cara pengambilan contoh tanah adalah contoh yang diambil mewakili secara akurat suatu areal, dan biaya pengambilan contoh serendah mungkin. Untuk keperluan pendugaan tingkat kesuburan tanah, cara pengambilan komposit (“composite sampling”) dianggap cukup baik dan umum dilakukan.

Pengertian Contoh Tanah Komposit
Contoh tanah komposit adalah campuran dari contoh-contoh individu yang diambil dari kedalaman lapisan olah (0-20 cm), dengan cara-cara tertentu untuk dianalisa sebagai contoh campuran. Pengambilan contoh tanah komposit bertujuan untuk memperkecil keragaman dari areal yang mewakili. Hasil analisis contoh tanah komposit merupakan rata-rata dari angka-angka analisa bila contoh-contoh tanah individu yang menyusunnya dianalisa secara terpisah, sehingga dapat digunakan sebagai penduga nilai rata-rata tingkat kesuburan areal yang bersangkutan.

Waktu Pengambilan Contoh Tanah

Saat yang terbaik untuk analisa contoh tanah setelah panen, terutama ketika tanah masih lembab. Analisa tanah perlu dilakukan setiap periode tertentu agar perubahan kesuburan tanah dimonitor. Umumnya dilakukan setiap tiga tahun, paling lama 5 tahun. Untuk menetapkan kebutuhan kapur atau takaran pupuk, pengambilan contoh tanah hendaknya dilakukan 1 bulan sebelum tanam. Hal ini untuk memberi waktu dalam menyelesaikan analisa tanah.

Teknis sample tanah
  •  Satu divisi/afdeling diambil 2 block sampling.
  •  Block di pilih yaitu cukup mewakili gambaran jenis tanah di divisi.
  •  Dalam satu block sample diambil 4 lobang sample.
  •  Posisi lobang sample pada tengah block di jalur kelapa sawit no 25, 50, 75 & 100.
  •  Besaran lobang sampling yaitu diameter 15 - 20 cm dengan dalam 40 cm

 Pelaksanaan
  • Sampel tanah diambil untuk setiap jenis tanah.  Jumlah sampel yang diambil tergantung dari keragaman kondisi lapangan, luas areal dan tingkat pengamatan yang dikehendaki.
  • Sampel tanah untuk penentuan status hara diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm, masing-masing sebanyak ± 0,5 kg - 2,00 kg. Sampel tanah dimasukan kedalam kantong plastik yang sudah diberi label kemudian diikat rapat.
  • Sampel tanah untuk penentuan sifat fisik tanah (permeabilitas dan kadar air) diambil menggunakan ring dari besi atau bor belgie (Æ 3 inch, tinggi 5 cm) dan kedua ujungnya diberi penutup.  Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm dengan cara memasukan ring besi ke dalam tanah perlahan-lahan agar tanah yang masuk ke dalam ring tidak koyak.  Tanah yang masuk kedalam ring besi dipereskan permukaannya dengan ring lalu ditutup pada kedua ujungnya dan diberi label dan identitas berdasarkan block pengambilan sampel, dimasukan dalam peti/kotak.
  • Sesampainya di kantor tanah di kering anginkan dengan tidak terkena sinar matahari langsung hingga beberapa hari dan bolak -balik untuk mendapat kering merata
  • Sampel tanah yang sudah kering merata segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
Contoh Peta SPT 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar yang sifatnya membangun