Rabu, 07 Maret 2018

Mengantisipasi HK (Labour) Fiktif


Dampak positif dari pembangunan perkebunan terhadap masyarakat sekitar pengembangan perkebunan kelapa sawit, tercermin dalam terciptanya kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan. Begitu juga timbulnya kesempatan berusaha, seperti: membuka kios makanan dan minuman, jasa transportasi, industri rumah tangga, erta jasa perbankan. Semuanya ini akhirnya menimbulkan munculnya pasar-pasar tradisional di daerah permukiman dan pedesaan. Dengan demikian pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Dari sisi lain menyebabkan pola konsumsi dan pendidikan masyarakat akan meningkat pula

Seperti kita sudah ketahui bersama, bahwa perputaran uang di dunia perkebunan kelapa sawit sangat besar bahkan pada saat penggajian karyawan tidak heran harus di kawal polisi untuk menjaga dari hal hal yang tidak di inginkan, seperti perampokan, penodongan dan lain sebagainya, juga memberikan rasa aman bagi karyawan penerima gaji dan petugas pemberi gaji.


Besarnya perputaran uang di dunia perkebunan, apalagi pengawasan dari audit atau pemilik atau para pemegang pucuk pimpinan lemah, maka banyak pihak pihak yang melakukan pekerjaan pekerjaan kotor untk memperkaya diri sendiri maupun kelomoknya, salah satunya adalah dengan menggunakan HK Fiktif. HK merupakan singkatan dari Hari Kerja, Karena di perkebunan untuk pembayaran PHL (pekerja Harian Lepas) di bayar per hari. Biasanya 1 HK merupakan gaji UMR sebulan di bagi 25 Hari.

Contoh:

Gaji UMR sebulan Rp. 1.875.000, maka Rp. 1.875.000/25 =  Rp.75.000. Jadi 1 HK nya = Rp.100.000,  dan biasanya 1 HK terdiri dari 7 jam/hari.

Dan perhitungan  pekerja mendapat HK apabila sudah bekerja selama 7 jam, kemudian dicatat oleh mandor kemudian di ketahui oleh Asisten Lapangan. Jadi yang dimaksudkan HK fiktif  adalah pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja tetapi tidak ada orangnya atau bahkan  pekerjaan nya tidak dilakukan.

Terjadi nya HK fiktif /Fraud biasanya di sebabkan oleh:

  • Terjadinya penyalahgunaan jabatan/kedudukan di perusahaan untuk memperkaya diri, baik yang di sengaja ataupun akibat dari perusahan dalam mengelola Sumber Daya Manusia dan Aset.
  • Tindakan yang disengaja ataupun tersembunyi yang mengakibatkan kerugian Perusahaan.
  • Pengawasan yang lemah baik dari Atasan langsung maupun dari Manager
  • Adanya kerjasama yang terstruktur
Biasanya HK fiktif yang terjadi:
  • Adanya HK yang di buat di buku mandor, tetapi gaji tersebut bukan di serahkan kepada orang yang bekerja ataupun pekerja nya
  • HK yang di buat di buku mandor, tidak  sesuai dengan gaji yang harusnya di bayarkan kepada pekerja. 
  • Adanya Pekerja Fiktif.
  • Kesalahan memasukkan data nama karyawan (biasanya pekerjaan temporer)
Untuk mendeteksi adanya HK fiktif yang di buat oleh mandor dan asistan ialah tanda terima gaji
  • Di minta  tanda terima gaji selama 6 bulan tersebut.
  • Dilihat Fluktuasi pembayaran upah selama 6 bulan terakhir tersebut,
  • Di lihat tarikan garis tanda tangan, apakah asli atau palsu. Jika ada keraguan bagi auditor lalu tanyakan sama asisten lapangan untuk bisa berjumpa dengan orang yang ada pada nama tersebut. Misal Namanya (Kutilang). Jika banyak alasan dari asisten lapangan tidak bisa untuk mendatangkan si Kutilang ke kantor,...sebaiknya auditor langsung turun ke tempat tinggal karyawan untuk menanyakan apakah nama Kutilang ada di situ, ataupun pernah bekerja di situ.
Jenis Pekerjaan Yang Rawan HK Fiktif
  • Ada beberapa jenis pekerjaan yang di buat di buku mandor yang tidak bisa di cek lagi. Seperti Pekerjaan Jaga Alat, jaga Api, Rawat Jalan.
  • Perawatan Tanaman (Manual Maupun Chemist)
  • Pemadaman Kebakaran
  • Dan lain sebagainya
Uji Petik HK Fiktif
  1. Melakukan atau mengambil alih pembayaran gaji di afdeling dengan simulasi Asisten dan Kerani kebun tidak dilibatkan, dan simulasikan dengan manipulasi data HK pada yang bersangkutan apakah menerima atau tidak, dan tanyakan berapa HK yang harus dia terima bandingkan dengan catatan Asisten/kerani tentang daftar gaji karyawan.
  2. Dilihat jumlah HK yang di dapat oleh pekerja..,jika biasanya pekerja mendapat 20-25 HK dalam satu bulan, coba di lihat jumlah HK pekerja yang sediki
  3. coba di tanyakan  kepada yang bekerja pada pekerjaan tersebut berapa menerima gaji bulan lalu auditor mencocokkan dengan tanda terima nya.
  4. Pada saat gajiaan bisa di crosschekck dengan beberapa karyawan,..berapa HK yang dia dapat dan apa yang dia kerjakan biasanya pekerja mengingat ataupun mencatat jumlah Hk dia dalam sebulan.
  5. Apabila menggunakan tenaga kontraktor, lihat hasil kerja dan kualitas pekerjaan dibandingkan dengan biaya yang di keluarkan, coba lakukan simulasi dengan pendekatan persuasif ke kontraktor, biasanya ini efektif atau lakukan pemotongan (anggap pekerjaan tidak terealisasi dengan baik kualitas hanya 80%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar yang sifatnya membangun