Minggu, 18 Maret 2018

Tanaman Non Valuer

Tanaman Non Valuer adalah tanaman atau pohon  yang tidak bernilai, artinya pokok yang tidak memiliki potensi untuk hidup. ada banyak tanaman non valuer dalam perkebunan kelapa sawit, dan ini tergantung pada temuan temuan di lapangan dan potensi hidup serta produktivitasnya nanti pada usia produktif patut di perhitungkan dalam penggolongan tanaman non valuer.
Pada pokok bahasan kali ini kami mengangkat beberapa tanaman kelapa sawit yang di golongkan sebagai tanaman no valuer, sehingga keberadaannya akan menambah biaya dan tidak menambah benefit sama sekali bagi margin pendapatan perkebunan kelapa sawit, adapun tanaman tersebut antara lain :

1.    Penyakit Vivipary
Dari setiap ketiak pelepah muncul satu tunas vegetatif yang pada awalnya tumbuh ke samping, selanjutnya tegak membentuk satu tanaman muda yang baru, tetapi biasanya tumbuh abnormal dan berputar, helaian daunnya rapat dan salah bentuk. Batang baru berputar, daun rapat dan salah bentuk, dengan bertambahnya umur, semua batang saling berdesakan dan tampak gejala etiolasi, pelepah yang sedemikian rapat meyebabkan pelepah bagian dalam terlindung dari matahari sehingga menjadi pucat lalu mati, pada tanaman vivipary menghasilkan bunga sedikit, tandan buah kecil dan busuk terserang cendawan Marasmius. Jika gejala seperti ini terlihat, maka segera dibongkar dan disisip dengan bibit baru

2.    Tanaman Berputar
Pelepah rapat ”menyemak” dan berputar, sehingga daunnya terutama pada bagian ujung pelepah tampak seperti ”berombak” dan bagian atas tanaman agak rata, dan tampak lebih pendek daripada tanaman tetangganya yang normal. Tanaman sebaiknya dibongkar dan disisip


3.    Pucuk Terpelintir
Bagian pelepah tua tampak seperti biasa, tetapi bagian pupus terpuntir. Terdapat bekas gerekan kumbang pada sisi pangkal pelepah. Disebabkan oleh serangan kumbang tanduk Oryctes rhinoceros. Tanaman sebaiknya dibongkar dan disisip dengan bibit baru.


4.    Pelepah Erectus
Pelepah daun menjadi tegak dan rapat sehingga tanaman tampak ramping dan lebih tinggi dibandingkan tanaman yang lain. Penyakit ini merupakan penyakit genetis. Tanaman dengan gejala ini, bila masih muda sebaiknya diganti karena akan mempengaruhi ukuran buah


5.    Chimera (baca Kimera)
Merupakan penyakit genetik. Daun belang adalah suatu gejala dimana seluruh atau sebagian dari pelepah pucat merata atau kuning terang, sangat kontras dengan jaringan anak-anak daun lainnya yang hijau gelap dan normal. Terdapat batas yang jelas antara jaringan normal dan abnormal. Jaringan abnormal bisa terdapat pada helaian daun, lidi, dan rakhis dengan sebaran yang beragam. Anak-anak daun yang abnormal kerap kali membusuk mulai dari ujung dan tepinya. Biasanya memiliki produktivitas kelapa sawit maupun rendemen minya yang lebih rendah.

  • Kimera disebabkan oleh mutasi genetik  Kimera pada kelapa sawit terjadi secara alami dan tingkat kejadian sangat rendah  Kimera dengan gejala berat mampu menurunkan produksi hingga 100%  Kimera pada bibit dicirikan daun bergaris kuning, bintik hijau kuning, tepi daun kering hingga mati  Kimera sudah terlihat sejak di pembibitan namun terkadang terbawa ke lapangan
  • Daun Belang (Chimaera)  Tingkat keparahan kimera dibagi menjadi  ringan, sedang dan berat  Bibit kimera tingkat keparahan berat dan sedang disarankan untuk diafkir dan tidak ditanam di lapangan.  Jika ditemui kimera di lapangan, dilihat terlebih dahulu tingkat keparahannya  Produksi TBS dari sawit bergejala kimera ringan tidak  berbeda dengan tanaman normal sehingga tanaman ini tidak perlu dibongkar.  Jika kimera menunjukkan gejala semakin berat serta mempengaruhi produksi tandan, sebaiknya tanaman dibongkar dan disisip.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar yang sifatnya membangun