Minggu, 28 Januari 2018

Herbisida Bahan Aktif 2,4 D dimetil amina


Herbisida 2,4-Dinitrofenol adalah kelompok herbisida yang merupakan kelompok Aryloxyalcanoic Acid atau yang sering disebut sebagai kelompok fenoksi. Fenoksi merupakan kelompok hormon tumbuhan sintetis dan bekerja seperti asam indol asetat (IAA), dan bersifat sistemik  2,4 – D dimetilamina  termasuk salah satu bahan aktif herbisida yang paling dikenal. Sifat herbisida ini kurang lebih hampir sama dengan metil metsulfuron yaitu sistemik dan selektif. Herbisida ini dapat digunakan untuk mengendalikan gulma purna tumbuh baik yang berdaun lebar maupun rumput teki. Adapun beberapa jenis gulma yang dapat dikendalikan dengan herbisida 2,4-D ini antara : Spenochlea zeylanica, Cyperus iria (teki), Cynodone dactylon (Rumput Grintingan) , Axonopus copressus (Rumput Pakisan) keladi dan lain-lain. 

Herbisida 2,4-D DMA termasuk dalam golongan asam phenoxy (phenoxycarboxylic acid), diformulasikan dalam garam dimetil amin yang banyak digunakan untuk pengendalian gulma berdaun lebar. Golongan ini ditemukan  pada tahun 1940-an, senyawa ini ada dua jenis yaitu dalam bentuk garam atau ester. Akar gulma akan menyerap 2,4-D (garam) sementara daun menyerap 2,4-D (ester). Duan yang terkena semperotan 2,4_D dapat menyerap dalam waktu 4-6 jam sekiranya tidak ada hujan selama penyemperotan. Senyawa dalam bentuk ester sukar dicuci dari permukaan daun karena senyawa ini akan diubah dalam bentuk asamnya oleh gulma. Senyawa 2,4-D yang diserap daun akan diangkut ke bagian tubuh yang lain melalui jaringan phloem, sementara yang diserap akar akan diangkut melalui proses transpirasi. Penimbunan dari senyawa ini akan berada di bagian meristem ujung dan akar.

Gejala dan akibat yang ditimbulkan adalah penghambatan dalam proses fisiologi maupun proses biokimia  pada gulma yang rentan seperti meningkatnya sintesa protein dan RNA, pembelahan sel, penghambatan fotosintesa dan respirasi serta menstimulasi produk etilen. Karakteristik dari 2,4-D adalah sangat mobil di dalam gulma dan efektif pada gulma yang terkena semperotan. Pergerakan dari 2,4-D sangat dipengaruhi oleh umur gulma dan asimilat. Pergerakan akan lebih lambat pada gulma tua dibanding seedling dan tanaman muda, gejala awal gulma yang disemprot dengan herbisida ini terlihat menguning dan akhirnya mengering dan mati. 

Tanggap gulma terhadap herbisida memang sangat tergantung pada jenis herbisidanya serta fase pertumbuhan gulma juga sangat berpengaruh. Meski secara teori herbisida jenis 2,4 D memang sangat toksis hanya pada gulma berdaun lebar dan jenis teki (Rukmana dan Sugandi, 1999), namun kenyataan menunjukkan bahwa dengan dosis yang tepat serta waktu aplikasi yang juga tepat dapat menekan pertumbuhan beberapa gulma berdaun sempit utamanya pada gulma sawah seperti E.crus-galii dan E.colonum, meski tidak secara tuntas namun mampu menekan pertumbuhan gulma (Kadir, 2007).

Efektvitas aplikasi herbisida pada jenis 2,4 D memang lebih baik pada awal pertumbuhan gulma sementara tanaman padi juga dalam pertumbuhan yang aktif. Karena bagaimanapun sesuai sifat dari herbisida jenis ini yaitu merupakan herbisida yang terbuat dari asam organic yang berasal dari ionisasi asam dan garam, Pertama-tama gugus ester dalam rantai carbon dihidrolisa menjadi asam dan garam baik dalam tumbuhan maupun dalam tanah kemudian mengalami ionisasi dan menjadi senyawa auksin yang dapat mempengaruhi metabolisme tumbuhan, sehingga salah satu masalah yang mungkin timbul adalah munculnya efek samping pada tanaman bukan sasaran (Anonim, 2005).

Herbisida ini tidak menimbulkan fitotoksik  pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk.  Herbisida 2,4-DSIDAMIN 865 SL mudah larut dalam air dan tidak mengganggu peralatan semperot. Kalimat peringatan: sisa gulma dan jerami tidak boleh dibakar. Kelas bahaya (WHO) termasuk dalam kelas III (cukup bahaya) dengan keterangan pernyataan bahaya yaitu “PERHATIAN” dan warna pita piktogram pada label berwarna biru tua.

PETUNJUK PENGGUNAAN
  • Gunakan air lapang biasa yang tidak mengandung lumpur dan kotoran lainnya. Bila perlu siapkan air satu malam sebelum penyemperotan agar lumpur dan kotoran lainnya mengendap.
  • Waktu aplikasi pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 4.
  • Lakukan penyemperotan pada waktu cuaca cerah dan diperkirakan hujan tidak turun dalam waktu 4-6 jam setelah penyemperotan.
  • Gunakan dosis dan volume semperot yang dianjurkan.
Produk berbahan aktif 2,4-D dimetilamina yang terdaftar di dirjen Prasarana dan sarana pertanian ada kurang lebih 81 produk untuk pertanian dan perkebunan kelapa sawit, berikut produk yang menggunakan bahan aktif 2,4-D dimetilamina yang beredar di Indonesia.


No Merek Dagang Pemegang Terdaftar
1 Aba 865 SL PT. Johny Jaya Makmur
2 Abolisi 856 SL Hextar, Malaysia
3 Agni 865 SL PT. Excel Meg Indo
4 Aladin 856 SL PT. Agricon
5 Allout 865 SL PT. Royal Agro Indonesia
6 Amandy 856 SL PT. Taninco Subur Prima
7 Amcomin 856 SL PT. Adil Makmur Fajar
8 Andall 856 SL PT. Andall Hasa Prima
9 Baton 856 SL PT. Nufarm Indonesia
10 Bigstar 240/120 SL PT. Petrokimia Kayaku
11 Biodamin 865 SL PT. Mekar Warna Sari
12 Bulma 400/150 SL CV. Pojok Indah Grup
13 BMA 8 865 SL PT. Meghmani Organik Indonesia
14 CBA-6 865 SL PT. Centa Brasindo Abadi Industry
15 Centamine 870 SL PT. Centa Brasindo Abadi Chemical
16 Charge 240/120 SL PT. Surat Tani
17 Combistar 240/120 SL PT. Santani Sejahtera
18 Cyclone 290 SL Koperasi Sumber Sejahtera
19 Dacomin 865 SL PT. Surat Tani
20 Damin 875 SL PT. Petrosida Gresik
21 Determin 865 SL PT. Geka Mitra Niaga
22 Dikamin 720 SL PT. Sari Kresna Kimia
23 Dimina 720 SL PT. Agrokimindo Kurniabuana
24 Dizzo 255/130 SL UD Dissano
25 DKAlmine 865 SL PT. Danken Indonesia
26 DMA 865 SL PT. Dow AgroSciences, Indonesia
27 Fenomin 865 SL PT. Nathani Indonesia
28 Formintop 865 SL PT. Fadjarpurnama Pratama Inti
29 Galamin 865 SL PT. Asia Gala Kimia
30 Gempa 300/100 SL PT. Sekawan Maju Bersama
31 Gerhana 865 SL CV. Tani Mujur
32 Glifomin 300/100 SL PT. Fadjar Purna Sara
33 Golder 865 SL PT. Sinamyang Indonesia
34 Groamin 865 SL PT. Tunas Harapan Murni
35 Herbamin 865 SL PT. Rahardja Intan Abadi
36 Herbazol 720 SL CV. Standard
37 Indamin 865 SL PT. Indagro
38 Ken-Amien 865 SL PT. Kenso Indonesia
39 Komo 300/125 SL CV. Saprotan Utama
40 Komodor 300/100 SL PT. Petrokimia Kayaku
41 Krestar 300/100 SL PT. Bravo Dinamika
42 Lindomin 865 SL PT. Nurfarm Indonesia
43 Lutop 250/125 SL PT. Yasida Makmur Abadi
44 Marvel 865 SL PT. Dupont Agricultural Product Indonesia
45 Maxitol 865 SL PT. Dalzon Chemical Indonesia
46 Mega 9 865 SL CV. Megah Sukses
47 Minda 720 SL PT. Petrosida Gresik
48 Navajo 80 SP PT. Nufarm Indonesia
49 Ole-ole 865 SL CV Abadi Jaya Mandiri
50 Otomin 865 SL PT. Sekawan Maju Bersama Prima
51 Pordie-6 865 SL PT. Catur Agrodaya Mandiri
52 Posamin 300/100 SL CV. Citra Agro Jaya
53 Posfomin 245/120 SL CV. Intan Klaver
54 Primajos 865 SL PT. Prima Karya Berjaya
55 Primastar 300/100 SL PT. Centa Brasindo Abadi Chemical
56 Promin 865 SL PT. Deltagro Mulia Sejati
57 Rhodiamine 720 WSC PT. Crop Care Indonesia
58 Santamin 865 SL PT. Santani
59 Satdman 300/100 SL CV. Srikandi Mulia
60 Sellamine 865 SL PT. Crop Care
61 Sidamin 865 SL PT. Petrosida Gresik
62 Sidastar 300/100 SL PT. Petrosida Gresik
63 Sikatin 865 SL CV. Tani Lestari
64 Skak 865 SL PT. Putra Timor
65 Solusi 865 SL PT. Biotis Indonesia
66 Sparkle 865 SL PT. Mio Life Sciences Indonesia
67 Starmin 865 SL PT. Petrokimia Kayaku
68 Tasmin 865 SL PT. Asiana Chemicallindo Lestari
69 Tessa 865 SL PT. Sari Kimia Unggul
70 Tuntas 300/100 SL PT. Sari Kresna Kimia
71 Tufomin 865 SL CV. Binangun Agro Lestari
72 Tupormin 865 SL CV. Saprotan Utama
73 Tuwal 865 SL CV. Rowano
74 Unimin 720 SL CV. Uni Agro Chemica
75 Valino 865 SL PT. Mitra Kreasidharma
76 Ventory 865 SL PT. Gunung Kombeng
77 Vicente 856 SL PT. Erindra Pratama Prima
78 Vulgar 865 SL PT. Kresna Bumitama Sejati
79 Weedamin 865 SL PT. Putrisari Kimianusa
80 Weedrol 866 SL PT. Rolimex Kimia Nusamas
81 Wiper 865 AS PT. Agrokimia Inti Makmur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar yang sifatnya membangun