Rabu, 31 Januari 2018

Tehnik Penggunaan Pestisida/Herbisda



Setelah melakukan penyemprotan, maka pestisida akan terkena pengaruh lingkungan. Dengan mengetahui pengaruh yang akan terjadi setelah pestisida disemprotkan, maka akan sangat membantu untuk membuat program penyemprotan sehingga pemakaian pestisida bisa mengikuti prinsip 4 tepat.

Setelah penyemprotan, kemungkinan pertama yang akan terjadi adalah tiupan angin terhadap kabut semprot, sehingga pestisida akan jatuh di tempat yang tidak diharapkan. Walaupun kabut semprot dapat mengenai sasaran, tetapi sebarannya sudah tidak merata, atau  terlalu banyak kabut semprot yang terbuang, sehingga terjadi pemborosan pestisida. Kalau hal ini terjadi pada herbisida, maka tanaman utama akan beresiko terkena kabut semprot. Oleh karena itu disarankan penyemprotan tidak dilakukan saat angin bertiup kencang. Kemungkinan lain yang akan terjadi adalah :
  • Run off, sebagian kabut semprot yang membasahi daun akan mengalir dan jatuh ke tanah, tetesan pestisida yang jatuh ke tanah ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.
  • Penguapan, sebaiknya penyemprotan tidak dilakukan saat matahari terik.
  • Fotodekomposisi, penguraian pestisida menjadi bentuk yang tidak aktif karena pengaruh cahaya, sehingga efektifitas pestisida berkurang.
  • Penyerapan oleh partikel tanah, menyebabkan tertimbunnya sisa pestisida di dalam tanah sehingga menyebabkan pencemaran tanah. Selain itu penyerapan oleh tanah juga akan menurunkan efektifitas pestisida yang memang ditujukan untuk mengendalikan OPT yang terdapat di dalam tanah.
  • Pencucian pestisida oleh air hujan dan terbawa ke dalam lapisan tanah bagian bawah sehingga mencemari sumber air tanah.
  • Reaksi kimia, yaitu perubahan molekul pestisida menjadi bentuk yang tidak aktif atau tidak beracun.
  • Perombakan oleh mikro organisme, bahan pembentuk pestisida setelah jatuh ketanah akan menjadi bagian tubuh mikro organisme.
DOSIS, KONSENTRASI DAN VOLUME
Istilah di atas sering kita jumpai di label kemasan pestisida. Dosis, konsentrasi, dan volume semprot itu mengacu pada pemakaian pestisida. Sepintas kelihatan tidak penting sehingga tidak banyak orang yang peduli dengan istilah tersebut. Padahal tiga istilah itu sangat penting dalam pemakaian pestisida sehingga penggunaan racun dapat lebih optimal, tepat dan aman.

Dosis
Dosis adalah jumlah pestisida yang digunakan dalam luasan tertentu, biasanya dalam satuan liter per ha. racun yang akan digunakan akan dicampur dengan air atau diencerkan terlebih dahulu baru digunakan.
Dosis anjuran pemakaian pestisida sebaiknya dipatuhi. Pemakaiannya secara berlebihan bisa menyebabkan penyemprotan yang kurang optimal dan dapat merusak lingkungan (jika dipakai melebihi dosis anjuran), jika penggunaan racun lebih rendah dari petunjuknya maka hasil penyemprotan pestisida tidak akan memuaskan.

Konsentrasi racun 
Biasanya konsentrasi pada label kemasan produk memiliki beberapa istilah salah satunya yaitu konsentrasi formulasi, konsentrasi bahan aktif, dan konsentrasi larutan.
Konsentrasi formulasi adalah banyaknya pestisida dihitung dalam cc atau gram bahan pestisida per liter air, sedangkan konsentrasi bahan aktif  atau konsentrasi larurtan adalah persentase bahan aktif yang terdapat dalam larutan jadi (satuan persen).
Contoh
  • Herbisida AMIPYR bahan aktif Triclopyr 600g/l artinya dalam 1 liter herbisida tersebut memiliki 600 gram Triclopyr.
  • Herbisida AMIRON-M bahan aktif Metsulfuron methyl 20% artinya dalam 1 kg herbisida tersebut memiliki 20 % racun Metsulfuron methyl.
Volume Semprot
Volume semprot adalah jumlah larutan racun yang dibutuhkan dalam penyemprotan pestisida untuk luasan tertentu.Biasanya ada kekeliruan dalam mengartikan volume semprot itu sendiri dimana volume semprot diartikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan dalam penyemprotan. padahal arti yang sebenarnya yaitu jumlah air dan racun yang dibutuhkan untuk penyemprotan (jumlah akhir setelah dicampur pestisida)
contoh jika dibutuhkan volume semprot sebanyak 30 liter untuk penyemprotan 1 ha maka dalam 30 liter tersebut terdapat 29 liter air dan 1 liter pestisida (jika dosis 1 liter pestisida per ha)

PETUNJUK PENCAMPURAN PESTISIDA
  • Jangan mencampur pestisida di tempat tertutup, lakukan pencampuran di tempat terbuka.
  • Jangan menyimpan campuran pestisida, pencampuran pestisida dengan air hanya dilakukan saat penyemprotan.
  • Gunakan air bersih dan tidak mengandung kotoran yang dapat menyumbat nozel.
  • Masukkan air terlebih dahulu ke dalam tangki, baru pestisida dimasukkan dan diaduk.
  • Jangan menggunakan pestisida yang terlalu lama disimpan dan sudah mengalami perubahan fisik, seperti terbentuknya garam di sekitar tutup botol atau terjadi perubahan warna.
  • Jangan melakukan pencampuran pestisida yang satu dengan yang lain jika belum yakin bahwa kedua jenis pestisida tersebut dapat dicampur. Lakukan pengetesan, jika setelah pencampuran dua jenis pestisida terbentuk endapan, atau terbentuk lapisan yang tidak menyatu, seperti minyak dengan air, atau seperti santan pecah, maka kedua jenis pestisida tersebut tidak kompatible untuk dicampur.
  • Jangan mencampur 2 pestisida atau lebih yang mempunyai cara kerja sama, sebagai contoh: Racun pernafasan dengan racun pernafasan, kontak dengan kontak atau sistemik dengan sistemik.
  • Jangan mencampur 2 pestisida atau lebih dalam satu golongan, sebagai contoh: piretroid dengan piretroid atau karbamat dengan karbamat.
  • Buatlah campuran pestisida sesuai perhitungan luas areal yang akan disemprot.
  • Jangan meningkatkan dosis atau konsentrasi lebih tinggi dari kisaran yang tertera pada label. Jika pada dosis atau konsentrasi tertinggi sesuai yang tercantum pada kemasan suatu pestisida tidak lagi efektif mengendalikan OPT sasaran, maka disarankan untuk mengganti dengan bahan aktif yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar yang sifatnya membangun